Tampilkan postingan dengan label kejantanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kejantanan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2008

Terapi pijat penis dan lemah syahwat

Telah 6 bulan, Chaidir (30) merasa gelisah karena kemampuan seks dan daya tahannya menurun drastis. Pria muda ini takut, bila hal tersebut berdampak buruk pada kelangsungan rumah tangganya. “Walau istri tidak mengeluh, namun saya merasa berdosa dan malu,” katanya.

Saat ini, ada banyak pria yang semakin yakin, bahwa terapi pijat penis bisa menyembuhkan impotensi (lemah syahwat) dan ejakulasi dini.


Menurunnya kemampuan seks dapat disebabkan oleh banyak hal, seperti pola makan salah dan kelelahan fisik. Banyak faktor yang saling berkaitan, di antaranya stres, kecemasan, latar belakang kehidupan, onani, dan tidak bisa mengatur emosi.

Banyak pria yang mengalami penurunan vitalitas ini akan kehilangan gairah seksual meskipun telah mengeluarkan jurus-jurus meningkatkan gairah seksual. Dan terkhusus bagi pria pekerja keras, menurunnya vitalitas seks biasanya disebabkan oleh stres atau stamina tubuh yang menurun akibat bekerja seharian di kantor.

Chaidir memang bingung, kenapa daya tahan seksnya menurun. Demi menjaga perasaan istri, dia sudah menahan hasrat seksnya. Dari dua dan tiga kali berhubungan intim dalam seminggu, kini menjadi dua kali dalam satu bulan.

Ia pun teringat sebuah iklan koran tentang terapi seks untuk meningkatkan vitalitas. Tanpa pikir panjang, ia langsung menghubungi. Ia berharap terapi pijat penis bisa meningkatkan daya tahan seks dan mengembalikan keperkasaannya. Tapi, mitos atau faktakah terapi pijat penis tersebut?

Mengatasi Ejakulasi Dini dan Lemah Syahwat (Impotensi)



Didalam ilmu seksologi, diketahui bahwa pertumbuhan organ seks pada pria selesai setelah masa akhir balik. Pertumbuhan organ penis pria berakhir karena otot dan sel darah sudah terbentuk secara prima.

Jadi secara teori sangat sulit dilakukan pembesaran, apalagi dengan cara mengurut. Hal ini dibenarkan oleh Dr. B. Harjono Djatioetomo, M. Kes, Sp. And.

Dijelaskan bahwa membesarkan penis hanya bisa dilakukan waktu kecil, usia dua atau tiga tahun, dengan cara menyuntikkan hormon sehingga hormon testosteron meningkatkan ukuran penis bertambah panjang dan besar.

Dokter Harjono menambahkan, pengobatan ejakulasi dini oleh paranormal sulit dipercaya, karena tidak rasional dan tidak bisa dibuktikan secara ilmiah, hingga keabsahannya masih dipertanyakan.

“Apa benar ejakulasi dini bisa diatasi dengan cara mengurut atau mengoleskan minyak pada penis? Ejakulasi dini memang bisa diatasi, dengan cara mengkonsumsi obat yang telah teruji secara medis dan ada pembuktiannya,” katanya.

Menurut Harjono, paranormal tidak memiliki tingkat keberhasilan yang dapat diteliti secara ilmiah.

Secara medis pengujian di bawah 30% belum bisa dikatakan berhasil. Bagaimana pengobatan yang belum pernah diteliti sudah bisa dikatakan benar?

Tidak itu saja. Pengobatan yang dilakukan paranormal selalu menafikan efek samping. Padahal setiap obat atau pengobatan pasti mempunyai efek samping.

Kepala Fertility Center ini menerangkan, ejakulasi dini bisa diatasi dengan pola permainan.

Harus disadari bahwa wanita sulit orgasme. Oleh karena itu, harus ada foreplay yang lama, sampai 80%, barulah wanita orgasme. Diupayakan ada keseimbangan antara wanita dan pria. Kejantanan pria sendiri bersifat relatif, tergantung penilaian pasangan.

Dalam berhubungan seks ada dua tipe wanita, pertama, tahan lama, kedua, cepat orgasme. Bagi wanita yang cepat orgasme, dua atau tiga menit berhubungan dengan pasangan, ejakulasi sudah terjadi. Sang wanita akan mengatakan bahwa pasangannya perkasa.

Harjono menuturkan, sebenarnya tidak sulit mengatasi ejakulasi dini. Tanpa mengkonsumsi obat pun bisa dilakukan.

Pertama, latihan berhubungan seks.

Latihan bisa dilakukan setiap hari, karena orang yang mengalami ejakulasi dini dalam bersetubuh tidak mengeluarkan tenaga.

Kedua, meningkatkan rasa percaya diri, meyakini keperkasaan diri.

Ketiga, minta bantuan pasangan. Istri memberitahukan tempat-tempat yang mudah terangsang di tubuhnya.

Keempat, sering berganti posisi. Sambil mencari posisi yang paling disenangi pasangan.

Kelima, Stop and Go. Menahan dorongan penis sampai rasa ejakulasi hilang. Keenam Squez, menekan kepala penis sampai rasa ejakulasi hilang juga. Setelah itu lanjutkan kembali berhubungan intim. (Ajo)


Bagaimana Mengatasi Masalah Seks


Dibawah ini, ada bebarapa hal yang bisa Anda lakukan jika saat ini anda mengalami masalah seks:

- Komunikasi, Hilangkan rasa sungkan dan malu. Bicarakan semua masalah seks yang Anda rasakan bersama pasangan, biar pasangan tahu problem seks yang sedang Anda alami.

- Menahan emosi seks. Salah satu penyebab ejakulasi dini adalah tidak bisa menahan emosi seks ketika bersetubuh. Kebanyakan pria selalu ingin cepat ejakulasi.

- Menghalangi semua permasalahan terbawa ke tempat tidur. Hindari berhubungan seks bila amarah dan kejengkelan masih bersemayam di hati.

- Variasi seks. Untuk menghilangkan kejenuhan dan memperindah hubungan seks, tidak ada salahnya berhubungan seks di luar tempat tidur. Di kamar mandi atau di ruang tamu.

- Luangkan waktu untuk berduaan dengan istri. Kesibukan seringkali menghalangi suami-istri untuk bersama, hingga tidak bisa menikmati kehidupan secara pribadi.

- Peliharalah kesehatan dengan mengatur pola makan dan tetap berolahraga. Selain itu hindarilah minuman beralkohol secara berlebihan.

ANATOMI PENIS DAN FISIOLOGI EREKSI PENIS

ANATOMI PENIS DAN FISIOLOGI EREKSI PENIS

Anatomi dan Bentuk PenisPenis adalah organ seks utama yang letaknya di antara kedua pangkal paha. Penis mulai dari arcus pubis menonjol ke depan berbentuk bulat panjang. Dari pangkal ke ujung berbentuk cendawan dengan kepala penis seperti kepala cendawan tetapi bagian ujungnya agak meruncing ke depan.

Kadang-kadang orang menyebut penis berbentuk ular di mana kepala penis menjadi kepala ular atau mirip kepala ikan belut.

Pada saat istirahat, foto penis mengecil dan lembek sehingga kelihatan tergantung tidak berdaya.

Tetapi pada saat terangsang, penis akan menegang dan keras dan disebut ereksi. Ereksi yang penuh menyebabkan penis berdiri tegak ke depan atau ke atas dengan seluruh permukaan menjadi keras seperti tongkat atau batang yang tidak bisa dibengkokkan. Kondisi ini disebut ereksi penis yang normal dimana ukuran penis yang mengalami ereksi penuh berarti penis tidak bisa dibengkokkan atau ditekuk.

Panjang penis orang Indonesia waktu lembek dengan mengukur dari pangkal dan ditarik sampai ujung sekitar 9 sampai 12 cm. Sebagian ada yang lebih pendek dan sebagian lagi ada yang lebih panjang. Pada saat ereksi yang penuh, penis akan memanjang dan membesar sehingga menjadi sekitar 10 c m sampai 14 cm. Pada orang barat (caucasian) atau orang Timur Tengah lebih panjang dan lebih besar yakni sekitar 12,2 cm sampai 15,4 cm.

Bagian utama daripada penis adalah bagian erektil atau bagian yang bisa mengecil atau melembek dan bisa membesar sampai keras. Bila dilihat dari penampang horizontal, penis terdiri dari 3 rongga yakni 2 batang korpus kavernosa di kiri dan kanan atas, sedangkan di tengah bawah disebut korpus spongiosa. Kedua korpus kara kavernosa ini diliputi oleh jaringan ikat yang disebut tunica albuginea, satu lapisan jaringan kolagen yang padat dan di luarnya ada jaringan yang kurang padat yang disebut fascia buck.


Gambar Penampang Vertikal Penis

Korpus kavernosa terdiri dari gelembung-gelembung yang disebut sinusoid. Dinding dalam atau endothel sangat berperan untuk bereaksi kimiawi untuk menghasilkan ereksi. Ini diperdarahi oleh arteriol yang disebut arteria helicina. Seluruh sinusoid diliputi otot polos yang disebut trabekel.

Selanjutnya sinusoid berhubungan dengan venula (sistem pembuluh balik) yang mengumpulkan darah menjadi suatu pleksus vena lalu akhirnya mengalirkan darah kembali melalui vena dorsalis profunda dan kembali ke tubuh.

Penis dipersyarafi oleh 2 jenis syaraf yakni syaraf otonom (para simpatis dan simpatis) dan syaraf somatik (motoris dan sensoris). Syaraf-syaraf simpatis dan parasimpatis berasal dari hipotalamus menuju ke penis melalui medulla spinalis (sumsum tulang belakang). Khusus syaraf otonom parasimpatis ke luar dari medulla spinalis (sumsum tulang belakang) pada kolumna vertebralis di S2-4. Sebaliknya syaraf simpatis ke luar dari kolumna vertebralis melalui segmen Th 11 sampai L2 dan akhirnya parasimpatis dan simpatis menyatu menjadi nervus kavernosa. Syaraf ini memasuki penis pada pangkalnya dan mempersyarafi otot- otot polos

Corpora Cavernosa PenisSyaraf somatis terutama yang bersifat sensoris yakni yang membawa impuls (rangsang) dari penis misalnya bila mendapatkan stimulasi yaitu rabaan pada badan penis dan kepala penis (glans), membentuk nervus dorsalis penis yang menyatu dengan syaraf-syaraf lain yang membentuk nervus pudendus.

Syaraf ini juga berlanjut ke kelumna vertebralis (sumsum tulang belakang) melalui kolumna vertebralis S2-4. Stimulasi dari penis atau dari otak secara sendiri atau bersama-sama melalui syaraf-syaraf di atas akan menghasilkan ereksi penis.

Pendarahan untuk penis berasal dari arteri pudenda interna lalu menjadi arteria penis communis yang bercabang 3 yakni 2 cabang ke masing-masing yakni ke korpus kavernosa kiri dan kanan yang kemudian menjadi arteria kavernosa atau arteria penis profundus yang ketiga ialah arteria bulbourethralis untuk korpus spongiosum. Arteria memasuki korpus kavernosa lalu bercabang-cabang menjadi arteriol-arteriol helicina yang bentuknya berkelok-kelok pada saat penis lembek atau tidak ereksi. Pada keadaan ereksi, arteriol-arteriol helicina mengalami relaksasi atau pelebaran pembuluh darah sehingga aliran darah bertambah besar dan cepat kemudian berkumpul di dalam rongga-rongga lakunar atau sinusoid. Rongga sinusoid membesar sehingga terjadilah ereksi.

Sebaliknya darah yang mengalir dari sinusoid ke luar melalui satu pleksus yang terletak di bawah tunica albugenia. Bila sinusoid dan trabekel tadi mengembang karena berkumpulnya darah di seluruh korpus kavernosa, maka vena-vena di sekitarnya menjadi tertekan. Vena-vena di bawah tunica albuginea ini bergabung membentuk vena dorsalis profunda lalu ke luar dari Corpora Cavernosa pada rongga penis ke sistem vena yang besar dan akhirnya kembali ke jantung.