Tampilkan postingan dengan label nutrisi ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nutrisi ibu hamil. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Oktober 2008

Gizi Kurang Tingkatkan Risiko Kematian Ibu

Rendahnya status gizi ibu ketika memasuki masa kehamilan meningkatkan risiko kematian ibu saat melahirkan akibat terjadi komplikasi yang membahayakan keselamatan jiwa ibu dan bayi yang dikandung. Oleh karena itu, intervensi untuk memperbaiki status gizi ibu harus dilakukan ketika masih usia remaja.

”Perbaikan gizi dengan suplementasi beberapa jenis nutrisi pada ibu yang mengalami gizi kurang atau terkena anemia kurang efektif untuk mencegah komplikasi yang membahayakan jiwa ibu hamil dan bayi yang dia kandung,” kata Direktur Kesehatan Keluarga dan Komunitas Badan Kesehatan Dunia Wilayah Asia Timur dan Selatan Dini Latief, pada Konsultasi Tingkat Tinggi WHO SEARO, Kamis (16/10) di Ahmedabad, India.

Di sejumlah negara di Asia Timur dan Selatan, status gizi ibu hamil, bayi baru lahir, dan anak- anak mencerminkan rendahnya status sosial dan ekonomi. Bagi kaum perempuan, kondisi ini dipengaruhi oleh faktor kemiskinan, norma budaya, dan pantangan terhadap makanan tertentu. ”Ini mengakibatkan besarnya proporsi perempuan dan anak yang mengalami malnutrisi kronis,” kata Dini.

Menurut catatan WHO, beberapa negara berkembang dengan tingkat pendapatan rendah memiliki prevalensi perempuan dengan berat badan kurang yang tinggi. Di Banglades, pada tahun 2004 sebanyak 34 persen dari total jumlah perempuan memiliki berat badan kurang, sedangkan di India pada tahun 1999 memperlihatkan 36 persen dari total populasi perempuan menunjukkan berat badan kurang.

Di Indonesia, dari total jumlah ibu hamil, 40 persen di antaranya terkena anemia dan 34 persen mengalami malnutrisi kronis. Adapun status gizi anak balita memperlihatkan 28 persen di antara mereka mengalami berat badan kurang dan 8,5 persen di antaranya terkena malnutrisi.

”Ini terkait dengan tingkat pendidikan, faktor sosial-ekonomi dan sosial-kultur dari ibu hamil,” ujar Direktur Kesehatan Ibu Departemen Kesehatan RI Sri Hermiyanti Yunizarman. Rendahnya status gizi ibu hamil meningkatkan risiko anemia defisiensi besi, dan berat badan bayi yang dilahirkan rendah.

Selasa, 21 Oktober 2008

Nutrisi bagi ibu hamil

APA YANG DI MAKSUD NUTRISI PADA IBU HAMIL ?

Nutrisi pada ibu hamil adalah makanan yang bergizi yang dimakan oleh ibu hamil.

Sedangkan gizi adalah zat-zat yang terkandung dalam makanan, diperlukan untuk kehidupan manusia.

KEGUNAAN MAKANAN

Sumber zat tenaga ; Diperlukan agar manusia mempunyai tenaga untuk bergerak, bekerja, berolah raga dll. Yang dapat diperoleh dari makanan pokok seperti : nasi, jagung, gandum dan kentang.

Sumber zat pembangun : Diperlukan untuk pertumbuhan,dapat diperoleh darilauk pauk seperti : daging,ikan,telur,tahu,temped an kacang-kacangan.

Sumber zat pengatur : Diperlukan agar semua fungsi tubuh melaksanakan tugasnya secara teratur,yang diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

ZAT LAIN YANG DIPERLUKAN IBU HAMIL

Kalsium

Sumber : susu,keju,sum-sum tulang, ikan teri, pisang dan apel.

Zat Besi

Sumber : Daging, Hati, Telur, Ikan cumi, Udang, tahu, tempe, oncom, kacang kedelai, kacang hijau, bayam, daun singkong, dan daun papaya.

DAMPAK APA YANG DI AKIBATKAN OLEH NUTRISI YANG TIDAK DI PENUHI PADA IBU HAMIL?

Pada janin : keguguran, lahir mati, kematian neonatal, mengalami cacat bawaan dan berat badan lahir rendah.

Pada Ibu : Anemia, perdarahan, BB tidak bertambah secara normal, dan mudah terkena infeksi.

Pada persalinan : lahir premature, persalinan sulit dan lama, juga bisa terjadi perdarahan setelah melahirkan.

CONTOH MENU SEIMBANG PADA IBU HAMIL

Nasi : 1 ½ gelas

Lauk : Ikan 2 potong sedang, tahu dan tempe 1 potong.

Sayuran : 1 mangkuk bayam

Buah : 1 pisang atau pepaya.