Tampilkan postingan dengan label pola hidup sehat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pola hidup sehat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 Oktober 2008

Mengukur Tingkat Beratnya Disfungsi Ereksi Menggunakan Index IIEF

Ukuran berat ringan disfungsi ereksi banyak dipakai di klinik-klinik pengobatan. Sifatnya lebih kualitatif sehingga sulit dipakai untuk penelitian. Dalam penelitian dibutuhkan pengukuran yang lebih tepat. Untuk itu telah diciptakan suatu instrumen berupa questionaire sebagai pengukur.

Dengan mengisi questionaire ini dokter atau pasien sendiri dapat mengetahui berat ringannya disfungsi ereksi yang dialami. Walaupun alat ini hanya mengukur performa ereksi dan bukan penyebabnya, tetapi bisa memberi informasi keadaannya. Dengan demikian dokter dan pasien mempunyai suatu tolok ukur yang sama untuk menentukan keadaan.

Selanjutnya dokter dapat membuat rencana tindakan. Bila dengan pengukuran dapat diketahui bahwa tingkat beratnya disfungsi ereksi masih ringan atau sedang, maka pasien akan lebih gembira dan berpengharapan bahwa gangguan disfungsi ereksi yang dialami akan lebih mudah sembuh dan memerlukan waktu pengobatan yang lebih singkat. Bila kelihatan dari pengukuran bahwa keadaannya berat, diharapkan dokter maupun pasien akan lebih serius dalam pengobatan.

Instrumen ini disebut IIEF (International Index Of Erectile Function, Lq Rosen Raymond C., Riley Alan, Wagner Gorm et al 1997) atau biasa disingkat Index IIEF. Instrumen ini diciptakan oleh suatu committee dan karena sangat luas dan rumit kemudian disederhanakan sehingga lebih mudah dipakai sebagai berikut.

Dari 15 pertanyaan pada index IIEF, kemudian akan diambil lima pertanyaan yang dianggap cukup mewakili semua pertanyaan, sehingga index ini disebut IIEF-5.

Penentuan berat ringannya disfungsi ereksi dengan cara di atas sangat membantu untuk tujuan penelitian. Penerapannya di klinik atau praktik agak sulit. Di klinik lebih dipentingkan sejarah atau perkembangan disfungsi ereksi dari permulaan sampai saat konsultasi. Di samping itu perlu juga diketahui penyakit-penyakit atau gangguan lain yang mungkin menjadi penyebab atau penyerta.

Selanjutnya penting pula ditanyai bagaimana pola hidup penderita serta hubungan suami istri. Dengan cara demikian dokter atau terapis akan mengetahui lengkap tentang disfungsi ereksi yang dialami ditambah hampir seluruh latar belakang hidupnya. Dapat pula ditentukan berat ringannya disfungsi ereksi, program pengobatan dan prognosa atau kemungkinan tercapainya kesembuhan.

Nutrisi bagi ibu hamil

APA YANG DI MAKSUD NUTRISI PADA IBU HAMIL ?

Nutrisi pada ibu hamil adalah makanan yang bergizi yang dimakan oleh ibu hamil.

Sedangkan gizi adalah zat-zat yang terkandung dalam makanan, diperlukan untuk kehidupan manusia.

KEGUNAAN MAKANAN

Sumber zat tenaga ; Diperlukan agar manusia mempunyai tenaga untuk bergerak, bekerja, berolah raga dll. Yang dapat diperoleh dari makanan pokok seperti : nasi, jagung, gandum dan kentang.

Sumber zat pembangun : Diperlukan untuk pertumbuhan,dapat diperoleh darilauk pauk seperti : daging,ikan,telur,tahu,temped an kacang-kacangan.

Sumber zat pengatur : Diperlukan agar semua fungsi tubuh melaksanakan tugasnya secara teratur,yang diperoleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

ZAT LAIN YANG DIPERLUKAN IBU HAMIL

Kalsium

Sumber : susu,keju,sum-sum tulang, ikan teri, pisang dan apel.

Zat Besi

Sumber : Daging, Hati, Telur, Ikan cumi, Udang, tahu, tempe, oncom, kacang kedelai, kacang hijau, bayam, daun singkong, dan daun papaya.

DAMPAK APA YANG DI AKIBATKAN OLEH NUTRISI YANG TIDAK DI PENUHI PADA IBU HAMIL?

Pada janin : keguguran, lahir mati, kematian neonatal, mengalami cacat bawaan dan berat badan lahir rendah.

Pada Ibu : Anemia, perdarahan, BB tidak bertambah secara normal, dan mudah terkena infeksi.

Pada persalinan : lahir premature, persalinan sulit dan lama, juga bisa terjadi perdarahan setelah melahirkan.

CONTOH MENU SEIMBANG PADA IBU HAMIL

Nasi : 1 ½ gelas

Lauk : Ikan 2 potong sedang, tahu dan tempe 1 potong.

Sayuran : 1 mangkuk bayam

Buah : 1 pisang atau pepaya.